"Aku merasa sendiri san" keluh novi kepada sandra
"Sendiri kenapa ? Apa yang membuat mu berkata seperti itu ?" Jawab sandra
"Aku sedang di timpa masalah besar san,tapi aku merasa tidak ada yang peduli kepada ku,aku merasa aku hanya berjuang sendiri dengan masalah ku ini"
Sandra menghela nafas panjang,lalu ia mendekap sahabatnya ini
"Novi rahmawati,kamu tidak pernah sendirian,rasa sayang allah berada dimana mana,hanya saja kamu bisa merasakannya atau tidak"
Suasana kamar novi pun semakin sunyi,hanya detuk jarum jam yang menjadi nyanyian untuk keduanya
Sandra berjalan mendekati rak buku,dan menggambil album foto yang berada di sana.
Seraya kembali sandra melanjutkan perkataannya.
"Orang yang peduli kepada kita,orang yang memberi perhatian kepada kita,itu juga salah satu cara Allah menyayangi kita novi "
Novi tertegun dengan yang di ucapkan sandra.
"Coba deh liat ini" sandra melihatkan selembar foto kepada novi
"Kita bersahabat sudah cukup lama novi.Damayanti pernah telfon kamu kan,ketika kamu seminggu gak ada kabar,tapi kamu gak pernah mau menggaktnya,Dewi sudah brapa kali ke rumah mu,tapi kamu selalu tidak ingin menemuinya.dan aku,setiap pulang kuliah,aku selalu menunggu mu di depan gerbang kampus,tapi ketika ada,kamu lari entah kemana."
"Maaf kan aku sandra,aku hanya ingin sendiri dulu,makanya aku berbuat seperti itu" novi menjelaskan dengan menaham tangis
"Tapi cara mu kurang tepat novi,kamu sudah membuat kami khawatir,kami khawatir karena kami sayang sama kamu,dan yang membuat rasa sayang ini siapa lagi kalo bukan Sang Maha Pencipta,inilah Cara Allah menyayangi mu novi,kamu gak pernah sendirian,masih ada kami,masih ada Allah," dengan pelan sandra menjawabnya
"maapkan aku sandra "
"Sekarang kamu yang merasa sendiri ? Atau bahkan kamu yang menjauh ?"
Air mata yang di bendung sedari tadi pun akhirnya meleleh,novi menangis.
"Sudah sudah novi,kamu tidak perlu menangis"
"Ternyata aku salah san" sesal novi
"Kamu tidak salah novi,kamu hanya belum tau"
"Aku mengerti san,kamu mau maafkan aku ?"
sandra diam sejenak.
"Ada saratnya !" tiba tiba nada sandra berubah menjadi tinggi.
Novi pun terkejut"
"A..apa itu san ? " Dengan agak terbata-bata novi pun menjawabnya.
....
"Kamu harus belikan aku es krim" .di susul oleh tawa sandra
"Aku akan membelikan mu beserta gerobaknya"
Tawa mereka pun pecah di malam itu.