“jadi selama ini kamu
masih galau ron dengan cerita cinta mu ?” tanya diki kepada roni.
“aneh diki,semuanya
seperti serba indah,aku sudah mengejar dia selama 1 setenagh tahun,aku bahkan
sudah memberikan apapun yang dia minta dan aku rasa dia pun membutuhkannya”
jawab roni sembari tetap melamun.
“Roni ramadhan,apa
dengan cara mu memberikan semuanya seperti itu membuat indah menyukai mu atau bahkan
sampai menjatuhkan cintanya tepat di kedua tangan mu ?” diki kembali
menyelidik.
“jelas,aku ini lelaki
gentle yang mampu memberikan apa saja
yang ia mau dan meluangkan waktu untuk dia,semua perempuan ingin di istimewakan
layaknya putri raja.” roni kini menatap diki dalam.
“Gentle katamu ? gentle macam apa itu ?” Diki malah membuang muka
dari hadapan roni.
“apa maksud mu ?”
"Gentle menurut mu
adalah membiarkan dirimu jatuh dan mengiba kepada perempuan itu ? menyampingkan seluruh kegiatan mu bahkan
teman teman mu hanya untuk dia,iya ? coba aku tanya sudah berapa banyak waktu
yang sudah terlewatkan hanya untuk mengejar cinta ? jawab Diki
“hanya kata mu dik ?
kau belum pernah mendengar kata orang bahwa cinta itu harus di peruangkan ? kau
tau romeo ? dia berani melakukan apapun hanya untuk juliet meski keluarga
masing masing adalah musuh bebuyutan” kini roni membela.
“tapi ingat mereka
pun saling bunuh diri karena cinta butanya” jawab Diki yakin.
roni pun membeku
setelah mendengar jawaban sahabatnya itu.
“kamu tidak akan
mengerti Dik,kau bukan di posisi ku,kau bahkan tidak pernah mencintai sedalam
apa yang aku rasakan kepada indah” roni menjawab penuh dengan keyakinan.
DIki melihat jam
tangan miliknya waktunya sudah menunjukan jam
10.10
“ah sudahlah,sekarang
kamu ikut dengan ku” Diki langsung menarik tangan roni menuju motor mio soul
miliknya.
Diki langsung
menyalakan motornya dan melaju kencang.
“Tunggu dik,Kita mau
kemana ?” tanya roni.
“Akan
ku tunjukan arti cinta untuk mu”
Tibalah
mereka di sebuah gedung yang tidak terlalu kecil juga tidak terlalu
besar.gedung itu mirip seperti gedung pertunjukan,ada ornamen – ornamen mirip
perumahan tradisional jepang.pengunjungnya pun tidak terlalu banayak.hanya saja di dominasi
oleh anak anak muda.
“kita di mana ini Dik
? “ tanya roni
Belum sempat menjawab
handphone Diki berbunyi
“halo Dik.kamu sudah
sampai mana ? ayo cepat acaranya sudah
mau di mulai,aku tidak ingin acara perdana aku ini kamu tidak hadir” tanya dari
suara handphone Diki
“tidak mungkin aku
lupa dengan acara impian mu ini.aku sudah di luar gedung,aku segera kesana .”
Jawab Diki.
“baiklah,segeralah
masuk,bilang saja Tamu undangan dan kursinya sudah di reservasi.” Jawabnya dan
langsung di tutup.
“siapa,Dik ?” tanya
Roni keheranan.
“sahabat
aku,nanti kau akan melihatnya” jawab Diki sembari berjalan memasuki gedung.
Baiklah para hadirin
sekalian kita sambut penulis buku yang baru saja bukunya menjadi best
seller.Husain.
suara tepuk tangan
meriah pun mengiringi masuknya husain ke podium.
“yas,dulu husain ini
sama seperti mu,ia hanya menghabiskan waktunya untuk mengejar cinta.entah sudah
berapa wanita yang ia kejar,tetapi selalu berujung dengan penolakan.”
“ketika orang lain
sibuk belajar dan mengejar cita citanya,husain hanya menghabiskan waktunya
untuk memberi ini itu,berbuat ini itu untuk wanita yang ia sukai yang ia sebut
sebagai perjuangan cinta .memang dia bukan playboy,aku hafal betul sifat dia.”
“dia pernah ketika
menyukai seseorang,dia hujan hujanan dari jam 1 siang hingga 5 sore hanya untuk
memberi cewenya sebuah bronis.menulis 3000 nama cewenya hanya karena cewenya
marah dengan alasan yang menurut aku tidak besar.dia juga pernah berjalan dari
kampus ke kosnya hujan hujanan juga hanya untuk memberikan cewenya bunga dan
obat padahal aku tahu percis kala itu ia tidak punya uang sama sekali,alasan
dia sama sepertimu gentle,dan berjuang demi cinta.” Diki dengan santai
menuturkan pengalaman sahabatnya itu.
“bukannya itu
seharusnya membuat cewe luluh,tidak ada wanita yang menolak di cintai segila
itu kan,lalu kenapa ia di tolak cewenya ?” Roni bertanya keheranan.
“kau benar Roni..itu
makanya kenapa hujan selalu membuat husain termenung..teteapi entahlah kenapa
dia di tolak,husain tidak ingin menjeleskannya kepada ku,husain memang seperti
itu.” Jawab Diki.
“tidak hanya itu,dia
juga pernah menjadi pelarian orang yang sudah tunangan,dia rela memberikan apa
yang dia bisa berikan kepada wanita yang sedang ia sukai.”
“tetapi suatu hari ia
sadar,ketika kita hanya menghabiskan waktu mudanya hanya untuk mengejar
cinta,kata dia dunia ini terasa sempit,hanya sebatas aku dan dia,hanya memikirkan
bagaimana mendaptkan dia.” Diki melanjutkan
“setelah banyak
mendapatkan sakit hati yang banyak seperti itu,tentah malaikat mana yang
mengangkat dan meluaskan fikirannya itu,dia melampiaskan kesakitan hatinya
dengan hal fositif,kesukaannya terhadap menulis membuat dia membeberkan setiap
kisahnya kedalam sebuah novel dan kau lihat hari ini sekrang,dia berhasil
mewujudkan cita citanya sebagai novelis.”
“Tidak berakhir
sampai disitu,dia belajar bahasa inggris dan arab,dia menekuni itu selama
bertahun tahun,dan dia pernah di undang pada acara internasional menjadi
penyambung lidah negara eropa dengan indonesia di bali.kalo soal gaji tidak
udah di tanya,dia mendapatkan sebanyak dua juta rupiah perhari selama acara
tersebut di bali,menyenangkan bukan ?”
Roni tertegun
mendengngar penjelasan Diki atas sahabatnya itu.
“tidak pernah nampak
pada wajahnya kesedihan lagi,ia sukses membuat dirinya menjadi pribadi yang
menarik dan lebih baik lagi.jika sudah seperti itu sekarang aku tanya,perempuan
mana yang berani menolak dia dengan segala kemampuan dan keterampilannya
,kecuali mereka yang berada di bawahnya ?” tanya diki.
“kau benar Diki”
jawab Roni dengan menundukan kepalanya.
Sekarang apa yang
harus kamu lakukan ? Bukankah masa muda lebih asyik dan menarik untuk
mengembangkan minat dan mengembangkan diri menjadi lebih baik dari pada hanya
mengejar sebuah cinta yang belum tentu cinta itu mendekap mu hingga ia bersedia
kau pinang ?” tanya Diki lagi
“apakah mengejar
sebuh cinta itu termasuk perbuatan yang salah ?” Roni membela.
“tidak roni,tidak
salah. Hanya terlalu menghabiskan waktu mu untu mengejar itu lah yang kurang
tepat,masa depan kamu masih jauh dan panjang,bukan kah lebih baik kamu menata
dan mempersiapkan masa depan mu dari sekarang ? ya kecuali jika hidupmu akan
kamu habiskan dengan terus mengejar cinta.” Diki meyakinkan Roni.
Roni termenung dengan
pernyataan temannya ini,ia memikirkan dalam dalam setiap kata yang terucap dari
mulut Diki.
“bangkitlah sahabt
ku,ini bukan akhir,buatlah diri mu menjadi sebuah pribadi yang lebih baik lagi
dan menarik dengan segala bakat dan kemampuan yang kamu punya,aku yakin dengan
begitu indah akan mudah kau dapatkan.jika tetap tidak mau dia,aku yakin,ada
ribuan orang yang sedang menunggu mu.tidak ada ruginya jika kamu membuat dirimu
menjadi lebih berharga. Bukankah kau senang bernyanyi ? kenapa tidak kau masuk
kelas vocal dan ikut audisi di berbagai acara ?” Diki mencoba menyemangati
sahabatnya ini.
“kau benar Dik,aku
terlalu picik dengan mengabaikan segala kegiatan ku hanya untuk mengejar
cinta,aku yakin ini sebuh awal dari kisah hidup ku.” Roni mulai termotivasi.
“terimkasih Dik kamu
telah menunjukan arti cinta sebenarnya,cinta yang sederhana dan yang di mulai
dengan cara meyayangi diri sendiri trlebih dahulu.” Lanjut roni.
“baiklah
diki,terimakasih atas pelajaran berharga ini,mulai skarang aku akan menunjukan
bahwa aku akan lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.” Jawab roni
dengan penuh semangat.
Diki pun tersenyum
dan ia mulai memotret acara husain tersebut denga kamera DSLR kesayangan
miliknya.