Rabu, 26 Maret 2014

Ilmu itu ada dimana-mana


          Pernah gak kita main ke alun alun atau ke pusat perbelanjaan, dimana kita menjumpai begitu banyak orang orang di sana. Di antara sekian banyak orang,pernah kah kita membedakan mereka menjadi dua bagian, bagian satu adalah mereka yang kesana memang untuk membeli kebutuhanya, dan sebagian yang lain adalah mereka yang kesana hanya sekedar window shoping, atau nongkrong bercengkrama dengan teman teman yang lain. Loh apa maksudnya ini ? mari saya ajak melihat lebih dalam.
Ilmu atau pengetahuan, banyak sekali dari para ahli yang mendefinisikan ini, dari mulai lughoh atau bahasa, sampai istilah, mengklasifikasikan ilmu dan pengetahuan menjadi beberapa bagian.tetapi saya ingin memberi sebagian pengetahua saya tentang ilmu dan pengetahuan yang saya dapat dari kiai saya. Kenapa kita membahas ini ? Sebentar, ini bisa jadi renungan buat kita agar kita mampu menangkap "ilmu" dari mana saja kita berada.
Waktu itu saya sedang mengaji kitab tafsir,kiai saya memberikan pertanyaan yang sedikit lucu, begini. " Coba tutup mata anda skrg satu detik saja, lalu anda buka lagi ! " Ini perintah yang saya dan teman sekelas saya lakukan, dan setelah selesai kiai saya menunjuk saya dengan berkata "lutvie, coba apa yang anda lihat dalam satu detik tadi di kelas ini ?" lalu saya menjawab " saya melihat banyak hal di kelas ini yai","Coba sebutkan apa saja?" Beliau menanyakan kembali . "Saya melihat yai , jam dinding, papan tulis dan gelas yai". kiai saya tersenyum seraya berkata "ini anda semua hanya satu detik melihat,Anda mampu menyebutkan ini jam, ini gelas, ini jam dinding,dan lain sebagainya ,dan ini hanya masih dalam lingkungan kelas. Bagaimana jika anda semua melihat 24 jam dan berbagai banyak tempat,ada berapa banyak yang bisa katakan dan berapa banyak yang kita dapat ambil “pelajaran” dari itu semua".
Teman teman, dari percakapan ringan tadi, saya menyimpulkan bahwa hanya dengan melihat saja kita mampu mendapat ilmu (pengetahuan / tahu), kita jalan ke pesar misalnya kita dapat melihat dan pernah merasakan bukan " ya allah kasian banget pengemis itu tidak mempunyai kaki, alhamdulillah saya masih di beri dua kaki yang bahkan bisa saya gunakan untuk berlari" satu, pelajaran bersyukur yang didapat dengan “melihat” seorang yang tidak berkaki sempurna di alun alun. Atau " wah banyak banget yaa yang punya dan bisa memiliki mobil, kalo banyak yang membuktikan bahwa mereka mampu mengendarai mobil dan membelinya, berarti aku pun bisa " dua, pelajaran optimisme yang kita ambil dari sebuah kemacetan di jalan raya. Atau contoh lain, " ya allah kasian banget anak kecil itu masih kecil sudah ikut orang tuanya untuk bekerja, aku kasih uang ah untuk membantu dia".Tiga , pelajaran empati dan simpati yang kita dapat dari anak kecil. Kita bisa mengembangkannya menjadi sangat luas, di lingkungan sekolah kita, di lingkungan kerja kita atau dimanapun, kita dapat mengambil ilmu dari apa dan siapa saja.
Coba kita menilik ke belakang ketika Allah menciptakan nabi adam, dan Allah langsung menjadi guru nabi Adam, allah mengajarkan semua nama nama, "adam ini loh yang namanya malaikat. Ini loh yang namanya anggur, jeruk , apel, ini loh yang namanya langit, galaxy, bintang , adam ini loh namanya sedih, ini loh namanya seneng, ini loh namanya menyakkitkan, ini loh namanya menyenangkan, yang di rekam dan disimpan adam dalam akal beliau, sehingga ia mampu berfikir, dan dengan isntrumen ini lah, adam menjadi makhluk yang lebih mulia dari pada malaikat, bahkan Allah menyuruh malaikat sujud ke nabi adam.

Oleh karena itu, mari kita lebih peka dan merasa terhadap lingkungan kita, ambil segala ilmu dari mereka dan lingkungan kita, niatkan dalam segala keadaan dan tempat untuk mencari ilmu, karena, pertama, kita tidak dapat melakukan segala hal untuk tau hikmahnya,siapa tau apa yang kita ingin tahu, di rasakan atau di alami oleh orang lain. Kedua, di dalam kuliah atau sekolah, kita niatkan "nawaitu tholabul ilmi" nya pas di kelas , coba berapa persen yang kita dapat,Tanpa di kurangi ngantuknya, ngobrol dengan teman sebangku, atau main di tinggal menengkok jejaring sosial kita ?, maka niatkan untuk mencari ilmu ketika pas bangun tidur sehingga kita mampu mengambil hikmah, pelajaran dari siapapun dan apapun,bukankah yang membedakan kita dengan hewan adalah hati untuk merasa dan akal untuk berfikir ?

Yuuk mari kita lebih peka,dan lebih meraba lingkungan kita, agar kita mampu membantu mereka yang membutuhkan pertolongan kita dan mengambil hikmah dan pelajaran dari mereka sehingga kita menjadi pribadi yang terus mencari ilmu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


"anak muda bebas berfikir apapun,asal jangan berhenti belajar" - KH Mustofa Bisri

Rabu, 20 November 2013

Cinta yang sederhana.


“jadi selama ini kamu masih galau ron dengan cerita cinta mu ?” tanya diki kepada roni.

“aneh diki,semuanya seperti serba indah,aku sudah mengejar dia selama 1 setenagh tahun,aku bahkan sudah memberikan apapun yang dia minta dan aku rasa dia pun membutuhkannya” jawab roni sembari tetap melamun.

“Roni ramadhan,apa dengan cara mu memberikan semuanya seperti itu membuat indah menyukai mu atau bahkan sampai menjatuhkan cintanya tepat di kedua tangan mu ?” diki kembali menyelidik.

“jelas,aku ini lelaki gentle yang mampu memberikan apa saja yang ia mau dan meluangkan waktu untuk dia,semua perempuan ingin di istimewakan layaknya putri raja.” roni kini menatap diki dalam.

“Gentle katamu ? gentle macam apa itu ?” Diki malah membuang muka dari hadapan roni.

“apa maksud mu ?”

"Gentle menurut mu adalah membiarkan dirimu jatuh dan mengiba kepada perempuan itu  ? menyampingkan seluruh kegiatan mu bahkan teman teman mu hanya untuk dia,iya ? coba aku tanya sudah berapa banyak waktu yang sudah terlewatkan hanya untuk mengejar cinta ? jawab Diki

“hanya kata mu dik ? kau belum pernah mendengar kata orang bahwa cinta itu harus di peruangkan ? kau tau romeo ? dia berani melakukan apapun hanya untuk juliet meski keluarga masing masing adalah musuh bebuyutan” kini roni membela.

“tapi ingat mereka pun saling bunuh diri karena cinta butanya” jawab Diki yakin.

roni pun membeku setelah mendengar jawaban sahabatnya itu.

“kamu tidak akan mengerti Dik,kau bukan di posisi ku,kau bahkan tidak pernah mencintai sedalam apa yang aku rasakan kepada indah” roni menjawab penuh dengan keyakinan.

DIki melihat jam tangan miliknya waktunya sudah menunjukan jam  10.10
“ah sudahlah,sekarang kamu ikut dengan ku” Diki langsung menarik tangan roni menuju motor mio soul miliknya.

Diki langsung menyalakan motornya dan melaju kencang.
“Tunggu dik,Kita mau kemana ?” tanya roni.
“Akan ku tunjukan arti cinta untuk mu”


Tibalah mereka di sebuah gedung yang tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar.gedung itu mirip seperti gedung pertunjukan,ada ornamen – ornamen mirip perumahan tradisional jepang.pengunjungnya pun tidak terlalu banayak.hanya saja di dominasi oleh anak anak muda.
“kita di mana ini Dik ? “ tanya roni

Belum sempat menjawab handphone Diki berbunyi
“halo Dik.kamu sudah sampai mana ? ayo  cepat acaranya sudah mau di mulai,aku tidak ingin acara perdana aku ini kamu tidak hadir” tanya dari suara handphone Diki
“tidak mungkin aku lupa dengan acara impian mu ini.aku sudah di luar gedung,aku segera kesana .” Jawab Diki.

“baiklah,segeralah masuk,bilang saja Tamu undangan dan kursinya sudah di reservasi.” Jawabnya dan langsung di tutup.
“siapa,Dik ?” tanya Roni keheranan.
“sahabat aku,nanti kau akan melihatnya” jawab Diki sembari berjalan memasuki gedung.
Baiklah para hadirin sekalian kita sambut penulis buku yang baru saja bukunya menjadi best seller.Husain.
suara tepuk tangan meriah pun mengiringi masuknya husain ke podium.
“yas,dulu husain ini sama seperti mu,ia hanya menghabiskan waktunya untuk mengejar cinta.entah sudah berapa wanita yang ia kejar,tetapi selalu berujung dengan penolakan.”

“ketika orang lain sibuk belajar dan mengejar cita citanya,husain hanya menghabiskan waktunya untuk memberi ini itu,berbuat ini itu untuk wanita yang ia sukai yang ia sebut sebagai perjuangan cinta .memang dia bukan playboy,aku hafal betul sifat dia.”

“dia pernah ketika menyukai seseorang,dia hujan hujanan dari jam 1 siang hingga 5 sore hanya untuk memberi cewenya sebuah bronis.menulis 3000 nama cewenya hanya karena cewenya marah dengan alasan yang menurut aku tidak besar.dia juga pernah berjalan dari kampus ke kosnya hujan hujanan juga hanya untuk memberikan cewenya bunga dan obat padahal aku tahu percis kala itu ia tidak punya uang sama sekali,alasan dia sama sepertimu gentle,dan berjuang demi cinta.” Diki dengan santai menuturkan pengalaman sahabatnya itu.

“bukannya itu seharusnya membuat cewe luluh,tidak ada wanita yang menolak di cintai segila itu kan,lalu kenapa ia di tolak cewenya ?” Roni bertanya keheranan.

“kau benar Roni..itu makanya kenapa hujan selalu membuat husain termenung..teteapi entahlah kenapa dia di tolak,husain tidak ingin menjeleskannya kepada ku,husain memang seperti itu.” Jawab Diki.

“tidak hanya itu,dia juga pernah menjadi pelarian orang yang sudah tunangan,dia rela memberikan apa yang dia bisa berikan kepada wanita yang sedang ia sukai.”

“tetapi suatu hari ia sadar,ketika kita hanya menghabiskan waktu mudanya hanya untuk mengejar cinta,kata dia dunia ini terasa sempit,hanya sebatas aku dan dia,hanya memikirkan bagaimana mendaptkan dia.” Diki melanjutkan

“setelah banyak mendapatkan sakit hati yang banyak seperti itu,tentah malaikat mana yang mengangkat dan meluaskan fikirannya itu,dia melampiaskan kesakitan hatinya dengan hal fositif,kesukaannya terhadap menulis membuat dia membeberkan setiap kisahnya kedalam sebuah novel dan kau lihat hari ini sekrang,dia berhasil mewujudkan cita citanya sebagai novelis.”

“Tidak berakhir sampai disitu,dia belajar bahasa inggris dan arab,dia menekuni itu selama bertahun tahun,dan dia pernah di undang pada acara internasional menjadi penyambung lidah negara eropa dengan indonesia di bali.kalo soal gaji tidak udah di tanya,dia mendapatkan sebanyak dua juta rupiah perhari selama acara tersebut di bali,menyenangkan bukan ?”

Roni tertegun mendengngar penjelasan Diki atas sahabatnya itu.

“tidak pernah nampak pada wajahnya kesedihan lagi,ia sukses membuat dirinya menjadi pribadi yang menarik dan lebih baik lagi.jika sudah seperti itu sekarang aku tanya,perempuan mana yang berani menolak dia dengan segala kemampuan dan keterampilannya ,kecuali mereka yang berada di bawahnya ?” tanya diki.
“kau benar Diki” jawab Roni dengan menundukan kepalanya.

Sekarang apa yang harus kamu lakukan ? Bukankah masa muda lebih asyik dan menarik untuk mengembangkan minat dan mengembangkan diri menjadi lebih baik dari pada hanya mengejar sebuah cinta yang belum tentu cinta itu mendekap mu hingga ia bersedia kau pinang ?” tanya Diki lagi
“apakah mengejar sebuh cinta itu termasuk perbuatan yang salah ?” Roni membela.
“tidak roni,tidak salah. Hanya terlalu menghabiskan waktu mu untu mengejar itu lah yang kurang tepat,masa depan kamu masih jauh dan panjang,bukan kah lebih baik kamu menata dan mempersiapkan masa depan mu dari sekarang ? ya kecuali jika hidupmu akan kamu habiskan dengan terus mengejar cinta.” Diki meyakinkan Roni.

Roni termenung dengan pernyataan temannya ini,ia memikirkan dalam dalam setiap kata yang terucap dari mulut Diki.

“bangkitlah sahabt ku,ini bukan akhir,buatlah diri mu menjadi sebuah pribadi yang lebih baik lagi dan menarik dengan segala bakat dan kemampuan yang kamu punya,aku yakin dengan begitu indah akan mudah kau dapatkan.jika tetap tidak mau dia,aku yakin,ada ribuan orang yang sedang menunggu mu.tidak ada ruginya jika kamu membuat dirimu menjadi lebih berharga. Bukankah kau senang bernyanyi ? kenapa tidak kau masuk kelas vocal dan ikut audisi di berbagai acara ?” Diki mencoba menyemangati sahabatnya ini.
“kau benar Dik,aku terlalu picik dengan mengabaikan segala kegiatan ku hanya untuk mengejar cinta,aku yakin ini sebuh awal dari kisah hidup ku.” Roni mulai termotivasi.

“terimkasih Dik kamu telah menunjukan arti cinta sebenarnya,cinta yang sederhana dan yang di mulai dengan cara meyayangi diri sendiri trlebih dahulu.” Lanjut roni.

“baiklah diki,terimakasih atas pelajaran berharga ini,mulai skarang aku akan menunjukan bahwa aku akan lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.” Jawab roni dengan penuh semangat.

Diki pun tersenyum dan ia mulai memotret acara husain tersebut denga kamera DSLR kesayangan miliknya.

praktikum profesi,yakin hanya jadi "preman pasar" ?

Sebelumnya saya memohon maaf jika nantinya tulisan saya ini menjadi ganjalan hati para pembaca. Saya hanya berusaha melafalkan rangkaian bahasa hati yang saya rasakan. Hanya ini yang mampu saya lakukan untuk menyampaikan unek unek saya dan hak saya menyampaikan pendapat,ketimbang harus membawa megaphone sambil berteriak di atas drum di depan fakultas dakwah.

Sebenarnya saya menyambut dengan sangat antusias dengan praktikum profesi ini, mungkin tidak hanya saya, tetapi mereka yang mempunyai semangat juang untuk bekerja, terlebih mereka yang ingin bekerja di dunia pebankan karena saya perhatikan manajemen dakwah ini selalu dekat dengan BMT dan BPRS dan sudah 3 tahun ini praktikum profesi pun selalu disana sehingga –menurut saya- MD ini terkesan seperti “miniatur” jurusan Ekonomi islam di syariah. Tetapi saya selalu berkhusnudzon para panitia selalu melakukan evaluasi dari tahun ke tahun seperti yang tertulis di buku pedoman praktikum profesi dan terlebih jurusan kita ini adalah “Manajemen” dakwah yang akan selalu berusaha menghindari “kerugian”  ,terutama  menjadi orang yang merugi yang kata Rasul hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin.

Ada dua yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini.

Pertama kepada mahasiswa  yang mengambil praktikum profesi.

Teman seperjuangan ku,teman MD yang nantinya akan menjadi “karyawan” Gusti Allah.
Sebenarnya praktikum profesi ini jika kita ibaratkan,kita seperti disuguhkan oleh panitia sebuah telur,tepung,minyak goreng,bawang-bawangan  dan garam  serta kita di ibaratkan seperti orang yang kelaparan. Jelas kita bukan lagi anak kecil yang kebingungan dan mengatakan “ini tidak bias kita makan” . Kita sebagai mahasiswa tingkat 4 semester  7 ,pastinya akan mengambil mangkuk dan memecahkan telur kedalamnya,mengiris bawangnya memberi tepung dan menggorengnya,lalu kita kocok dan menggorengnya dengan minyak goreng. Kita puas,sebuah telur dadar tersaji “oleh” kita dan berhasil kita buat untuk mengobati lapar yang tadi diderita,syukur – syukur malah menjadi martabak yang separuhnya kita makan dan separuhnya kita bagi keteman yang sedang kelaparan juga.

Ibarat di atas sama halnya dengan praktikum profesi ini,sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan untuk memuaskan “kelaparan” akan ilmu kita. Bukankah sewaktu pembekalan,salah satu pembicara mengatakan bahwa  “masalah terbesar mahasiswa praktikum itu ,mereka tidak tahu harus melakukan apa disana”. Apa kita lupa warning itu ? bukankah dosen praktikum kita pernah menugaskan kita untuk membuat proposal ? yang bertujuan untuk memperinci tugas kita disana ? apa mungkin kita terlalu santai sehingga,kita agak menyepelekan hal ini yang menjadi sebuah “kebosanan” yang kita alami sekarang ?

Ada mahasiswa yang mengatakan “gak enak disni kerjanya Cuma narikin duit di pasar,terus ngitung uangnya,lalu memasukan data selesai itu kita duduk manis dan tidak dapat bakso lagi”
Yakin “hanya” ?
Hanya narikin duit ?
Tidak ada yang banyak kita lakukan disana ?
Saya yakin,kita bukan lagi anak kecil yang hanya bisa menangis dan menunggu sebuah suapan datang ke mulut kita ketika kita kelaparan. Mari kita lihat lebih dalam.

Ketika kita menjadi “preman pasar” yakin hanya sebatas menagih kreditan ? Pernah gak kita lihat dan “RASA” lebih dalam hal ini. Pernahkah kita merasakan ketika yang ditagih itu tidak memiliki uang sama sekali padahal ia sudah berusaha banting tulang ? ketika sudah jatuh tempo dengan sertifikat tanah yang sudah di “sekolahkan” ke lembaga itu, lalu jadi di lelang dan berhasil terjual,mereka akan tinggal dimana ? atau ketika kita mengikuti account officer   dan menyambangi rumah yang terkena kredit masalah dan ia berkata “mas boleh nantinya uang pinjaman itu saya belikan untuk membeli laptop anak saya ?” pernah gak kita berfikir kalo orang tua itu seumpamanya orang tua kita ? yang kita terus nikmatin segala fasilitas mereka tanpa tahu hasil dari mana semua ini dan bagaimana banting tulangnya mereka bahkan sampai setengah mati untuk melunasinya. Sehingga menyadarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi . Pernah kefikir ? tidak ? jelas! Kita hanya sibuk menangis dan mengeluh ketika kita disajikan “barang mentah” di hadapan kita.
Itu namanya kalo bagi kaum santri  adalah ngelmu rasa , ilmu tertinggi. Setara kah dengan bakso yang harganya hanya Lima ribu per mangkuk ? itu mengajari kita untuk merasakan apa yang orang lain rasakan,bukan untuk ikut meratapi saja, tetapi bagaimana agar mereka mereka itu bisa hidup lebih baik lagi dan tidak ada mereka-mereka yg lain lagi nantinya, dan kita  terhindar menjadi orang yang seperti itu. Lagi lagi kita sedang belajar ngelmu rasa .merasakan, peka terhadap lingkungan, bukankah pribadi yang terbaik kata Rasul dan Rabbnya adalah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain ?

Banyak sebenarnya yang bisa kita lakukan.
Mau tau lebih dalam real nya akad mudhorobah ? Tanya !
Mau tau operasionalnya ? Tanya !
Mau tau ini dan itu ? Tanya!
Karena kita sedang “kelaparan” bukan ?

Cobalah lebih aktif dan kobarkan rasa ingin tahu kita,sapalah mereka, akrabi mereka ,sehingga nantinya mereka akan lebih merasa dekat dengan kita, mereka segan karena mereka tidak akarab dengan kita. Masih belum ada juga ? pergi kebelakang dan ajak ngobrol satpam ,office boy .tanya kehidupan mereka dan nanti kita akan banyak mendapatkan ilmu dari mereka.

Kalo kita meminjam bahasa al qur’an.  Innallaha laa yugoyiru maa bi “praktikumin” , hatta yugoyiru maa bi angfusihim.  Praktikum kita menyenangkan atau tidak, mendapat ilmu atau sia sia yaa tergantung kita. Jika kita tidak berubah dan melakukan sesuatu , lingkungan dan sekitar kita tidak akan penah berubah. Dunia ini kausalitas terbesar sobat, kita menanam kebaikan pasti akan lahir kebaikan pula.Tergantung kita.


Yang kedua untuk panitia prktikum profesi.

Terimakasih bapak dan ibu,karena kami hanya “tinggal” masuk ke lembaga tanpa harus repot repot mengurusi sana sini seperti jurusan lain.

Ketika saya mengobrol dengan salah satu pimpinan BPRS yang saya tempati di jalan kaliurang –saya kos di jalan paris-  dan beliau pun adalah salah satu dosen di jurusan MD, bapak ini keheranan dan berkata “kenapa Manajemen Dakwah selalu magang di BMT dan BPRS, padahal lembaga yang Manajemennya bagus itu banyak” bahkan beliau pun mengatakan (maaf) kurang inovativ karena sudah 3 tahun beliau menjadi pimpinan sana selalu ada mahasiswa MD,,itu pun karena,kata beliau, ada beiau disana. Beliau melanjutkan, kenapa tidak di coba di bidang yang lain, di Kementrian agama, lembaga zakat, organisasi muhammadiyah dan nahdlotul ulama atau salon kecantikan macam jhonny andrean ,manajemen persewaan jasa gedung seperti mandala wanitama atau jogja expo centre atau di bidang kuliner seperti Waroeng grup. Atau di lemaga dan bidang yang lain yang lebih berfariasi sehingga dapat menggambil atau bahkan menerapkan sisi kedakwahan kita di bidang itu,dan tentunya kita dapat mengambil manajemen dari lembaga itu serta menambah khasanah keilmuan kita karena referensi manajemen kita banyak. Bisa jadi lembaga lembaga itu adalah cita cita salah satu atau salah dua dari mahasiswa MD sehingga nanti akan melecut semangat dalam matakuliah praktikum  profesi.

Selanjutnya ,bapak dan ibu, sepertinya harus tetap menetpkan point apa yang ibu dan bapak harapkan dalam matakuliah ini,sehingga mereka yang tidak tahu harus berbuat apa menjadi lebih tahu,ini bisa di peroleh ketika wawancara, mereka senang di bidang apa, dan mahasiswa lebih tahu dan mengerti harus melakukan apa nantinya.

Sekian coretan dari saya ini, sekali lagi mohon maaf jika banyak kata yang salah ,saya hanya menyampaikan apa yang saya rasa karena hanya ini yang bisa saya lakukan. Semuanya demi MD dan lulusan MD yang lebih baik dan berkualitas tanpa harus gengsi menyebutkan “aku lulusan manajemen dakwah”



10240016 

Jumat, 17 Mei 2013

pada siang itu


depan benteng vredeburg


gudeg


berbagi senyum


i see u


kerupuk enak

all crew and talent


Jumat, 10 Mei 2013

Rajab Bulan Allah

Oya temen temen, ada hadist rasulullah yg mengatakan bhawasannya bulan rajab itu bulan allah,bulan sya'ban bulannya nabi Muhammad,dan ramadhan adalah bualannya umatnya Rsullulah,,, :)

Nah berhubung tgl 11 mei kita mau masuk bulan rajab nii,,ada beberapa keutamaan jika kita melakukan ibadah pada bulan Rajab...yang sudah pernah ngaji kitan durrotunnasihin pasti udah tau ttg ni,,hehe

smoga bermanfaat dan kita di beri kekuatan untuk melakukannya,,, amiiin :)

Jika kita puasa di bulan rajab
*Satu hari kita akan mendapatkan keridhoan allah yg besar
*Dua hari kita akan di doakan oleh malaikat
*Tiga hari - akan di selamatkan dari bahaya dunia dan akhirat dari penyakit gila ,lepra dan di selamatkan dari fitnah dajal
*7 hari kita akan di tutup pintu neraka jahanam
*8hari kita akan di bukakan 8 pintu surga
*10 hari permintaan kita akan di kabulkan allah
*15 hari allah akan mengampuni dosa yg telah lalu dan menggatikannya semua kejahatannya dengan kebaikannya di kutip dr kitab zubdatun :)

Ada cerita juga ni waktu rasul melakukan isra dan mi'raj,kira kira seperti ini...
Pada malam mi'raj saya (rasullulah) melihat sebuah sungai yg airnya lebih manis dari pada madu lebih sejuk dari pada es dan lebih harum dari minyak misik,maka saya bertanya kepada jibril "untuk siapa sungai ini ?"
 Jibril menjawab,ini adalah untuk org yg membaca sholwat untuk engkau (rasullullah) di bulan rajab
Di kutip dari kitab majaalisul anwaari :)

Ada satu lagi ni temen temen,,, :)
Dari abu muhammad al khalaali dalam masalah keutaman bulan rajab,dari ibnu abas Ra,bhwa berpuasa pada permulaan hari di bulan rajab,merupakan penghapusan dosa selama tiga tahun,pada hari kedua penghapusan dosa dua tahun pada hari ketiga penghapusan dosa satu tahun,kemudian pada tiap tiap hari pengahpusan dosa satu bulan di kutip dari kitan a'rajiyyatu

Smoga manfaat yaa teman teman..
Smoga kita menjadi pribadi yang lebih baik,dan pribadi yang berakhlak al karimah :)

Kamis, 18 April 2013

Kau perempuan terkuat.

Setelah aku membaca sedikit dari mgkin jutaan cerita mu,aku tidak bisa banyak berucap,lidah ku kelu,awan hati ku berubah bergemuruh,hati ku bak tersayat oleh jutaan pedang,aku lemas.aku sakit sekaligus terharu.yah,ini mirip seperti cerita romeo dan juliet,laila majnun,tetapi ini nyata,yah kenyataan.
Ketika Dia,lebih merindukan "dia" dan lebih menyayangi "dia" di banding Kau.
Aku dapat merasakan,Dunia seperti terbelah menjadi dua,dan menghimpit seluruh badan mu,menyatukan seluruh tulang rusuk mu,mematahkan segala persendian tulang mu.Hancur !
bagaimana tidak,Dia seperti seenaknya mengambil apa yang sedang kau peluk,meruntuhkan segala pondasi dan bangunan cinta yang telah kau susun indah dan rapi sejak lama.menyobek seluruh halaman pengalaman yang kau tulis dengan susah payah .bahkan meninggalkan luka yang amat sulit di sembuhkan,yg luka itu bernama "kenangan".
"Kau adalah perempuan paling kuat yang pernah aku kenal" ini lah kata yang pertama keluar dari mulut ku.
Bagaimana tidak,kau tetap memilih tersenyum,walau aku merasakan banyak goresan luka dalam hati mu.
Kau tetap memilih tertawa,meski aku tau,air mata mu tak dapat kau bendung.
Dan kau tetap memilih menatap kedepan,meski aku tau,hati dan jiwamu masih memeluk erat bayangan indah masa lalu.
Wahai pemilik hati yang kuat,sekuat lapisan baja.
Yakinlah,Tuhan tidak pernah mendzolimi HambaNya.Tuhan tidak suka membuat Hambanya menitikan air mata.
Tuhan selalu ingin hambaNya menjadi yang terbaik,meski cara yang Ia ambil amat pedih,
Percayalah,ini jalan kisah mu,dan ini salah satu lembaran kisah mu yang harus kau "baca".dan Tuhan pasti membukakan Halaman yang akan membuat kau begitu bahagia,serahkan saja semuanya padaNya.aku tahu ini amat sulit,tp percayalah,,suatu saat,kau akan bertemu lagi dengannya di kehidupan surga,diamana aku akan menikmati indahnya sungai salsabila,dan meneguk manisnya telagai kautsar,hingga bidadari akan iri kepada mu.
Ingat,Kau adalah perempuan terkuat yang pernah aku kenal "peri kecilku"

Senin, 11 Februari 2013

ar-Rahman (sebuah cerpen)


"Aku merasa sendiri san" keluh novi kepada sandra
"Sendiri kenapa ? Apa yang membuat mu berkata seperti itu ?" Jawab sandra
"Aku sedang di timpa masalah besar san,tapi aku merasa tidak ada yang peduli kepada ku,aku merasa aku hanya berjuang sendiri dengan masalah ku ini"
Sandra menghela nafas panjang,lalu ia mendekap sahabatnya ini
"Novi rahmawati,kamu tidak pernah sendirian,rasa sayang allah berada dimana mana,hanya saja kamu bisa merasakannya atau tidak"
Suasana kamar novi pun semakin sunyi,hanya detuk jarum jam yang menjadi nyanyian untuk keduanya
Sandra berjalan mendekati rak buku,dan menggambil album foto yang berada di sana.
Seraya kembali sandra melanjutkan perkataannya.
"Orang yang peduli kepada kita,orang yang memberi perhatian kepada kita,itu juga salah satu cara Allah menyayangi kita novi "
Novi tertegun dengan yang di ucapkan sandra.
"Coba deh liat ini" sandra melihatkan selembar foto kepada novi
"Kita bersahabat sudah cukup lama novi.Damayanti pernah telfon kamu kan,ketika kamu seminggu gak ada kabar,tapi kamu gak pernah mau menggaktnya,Dewi sudah brapa kali ke rumah mu,tapi kamu selalu tidak ingin menemuinya.dan aku,setiap pulang kuliah,aku selalu menunggu mu di depan gerbang kampus,tapi ketika ada,kamu lari entah kemana."
"Maaf kan aku sandra,aku hanya ingin sendiri dulu,makanya aku berbuat seperti itu" novi menjelaskan dengan menaham tangis
"Tapi cara mu kurang tepat novi,kamu sudah membuat kami khawatir,kami khawatir karena kami sayang sama kamu,dan yang membuat rasa sayang ini siapa lagi kalo bukan Sang Maha Pencipta,inilah Cara Allah menyayangi mu novi,kamu gak pernah sendirian,masih ada kami,masih ada Allah," dengan pelan sandra menjawabnya
"maapkan aku sandra "
"Sekarang kamu yang merasa sendiri ? Atau bahkan kamu yang menjauh ?"
Air mata yang di bendung sedari tadi pun akhirnya meleleh,novi menangis.
"Sudah sudah novi,kamu tidak perlu menangis"
"Ternyata aku salah san" sesal novi
"Kamu tidak salah novi,kamu hanya belum tau"
"Aku mengerti san,kamu mau maafkan aku ?"
sandra diam sejenak.
"Ada saratnya !" tiba tiba nada sandra berubah menjadi tinggi.
Novi pun terkejut"
"A..apa itu san ? " Dengan agak terbata-bata novi pun menjawabnya.
....
"Kamu harus belikan aku es krim" .di susul oleh tawa sandra
"Aku akan membelikan mu beserta gerobaknya"
Tawa mereka pun pecah di malam itu.