Rabu, 20 November 2013

Cinta yang sederhana.


“jadi selama ini kamu masih galau ron dengan cerita cinta mu ?” tanya diki kepada roni.

“aneh diki,semuanya seperti serba indah,aku sudah mengejar dia selama 1 setenagh tahun,aku bahkan sudah memberikan apapun yang dia minta dan aku rasa dia pun membutuhkannya” jawab roni sembari tetap melamun.

“Roni ramadhan,apa dengan cara mu memberikan semuanya seperti itu membuat indah menyukai mu atau bahkan sampai menjatuhkan cintanya tepat di kedua tangan mu ?” diki kembali menyelidik.

“jelas,aku ini lelaki gentle yang mampu memberikan apa saja yang ia mau dan meluangkan waktu untuk dia,semua perempuan ingin di istimewakan layaknya putri raja.” roni kini menatap diki dalam.

“Gentle katamu ? gentle macam apa itu ?” Diki malah membuang muka dari hadapan roni.

“apa maksud mu ?”

"Gentle menurut mu adalah membiarkan dirimu jatuh dan mengiba kepada perempuan itu  ? menyampingkan seluruh kegiatan mu bahkan teman teman mu hanya untuk dia,iya ? coba aku tanya sudah berapa banyak waktu yang sudah terlewatkan hanya untuk mengejar cinta ? jawab Diki

“hanya kata mu dik ? kau belum pernah mendengar kata orang bahwa cinta itu harus di peruangkan ? kau tau romeo ? dia berani melakukan apapun hanya untuk juliet meski keluarga masing masing adalah musuh bebuyutan” kini roni membela.

“tapi ingat mereka pun saling bunuh diri karena cinta butanya” jawab Diki yakin.

roni pun membeku setelah mendengar jawaban sahabatnya itu.

“kamu tidak akan mengerti Dik,kau bukan di posisi ku,kau bahkan tidak pernah mencintai sedalam apa yang aku rasakan kepada indah” roni menjawab penuh dengan keyakinan.

DIki melihat jam tangan miliknya waktunya sudah menunjukan jam  10.10
“ah sudahlah,sekarang kamu ikut dengan ku” Diki langsung menarik tangan roni menuju motor mio soul miliknya.

Diki langsung menyalakan motornya dan melaju kencang.
“Tunggu dik,Kita mau kemana ?” tanya roni.
“Akan ku tunjukan arti cinta untuk mu”


Tibalah mereka di sebuah gedung yang tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar.gedung itu mirip seperti gedung pertunjukan,ada ornamen – ornamen mirip perumahan tradisional jepang.pengunjungnya pun tidak terlalu banayak.hanya saja di dominasi oleh anak anak muda.
“kita di mana ini Dik ? “ tanya roni

Belum sempat menjawab handphone Diki berbunyi
“halo Dik.kamu sudah sampai mana ? ayo  cepat acaranya sudah mau di mulai,aku tidak ingin acara perdana aku ini kamu tidak hadir” tanya dari suara handphone Diki
“tidak mungkin aku lupa dengan acara impian mu ini.aku sudah di luar gedung,aku segera kesana .” Jawab Diki.

“baiklah,segeralah masuk,bilang saja Tamu undangan dan kursinya sudah di reservasi.” Jawabnya dan langsung di tutup.
“siapa,Dik ?” tanya Roni keheranan.
“sahabat aku,nanti kau akan melihatnya” jawab Diki sembari berjalan memasuki gedung.
Baiklah para hadirin sekalian kita sambut penulis buku yang baru saja bukunya menjadi best seller.Husain.
suara tepuk tangan meriah pun mengiringi masuknya husain ke podium.
“yas,dulu husain ini sama seperti mu,ia hanya menghabiskan waktunya untuk mengejar cinta.entah sudah berapa wanita yang ia kejar,tetapi selalu berujung dengan penolakan.”

“ketika orang lain sibuk belajar dan mengejar cita citanya,husain hanya menghabiskan waktunya untuk memberi ini itu,berbuat ini itu untuk wanita yang ia sukai yang ia sebut sebagai perjuangan cinta .memang dia bukan playboy,aku hafal betul sifat dia.”

“dia pernah ketika menyukai seseorang,dia hujan hujanan dari jam 1 siang hingga 5 sore hanya untuk memberi cewenya sebuah bronis.menulis 3000 nama cewenya hanya karena cewenya marah dengan alasan yang menurut aku tidak besar.dia juga pernah berjalan dari kampus ke kosnya hujan hujanan juga hanya untuk memberikan cewenya bunga dan obat padahal aku tahu percis kala itu ia tidak punya uang sama sekali,alasan dia sama sepertimu gentle,dan berjuang demi cinta.” Diki dengan santai menuturkan pengalaman sahabatnya itu.

“bukannya itu seharusnya membuat cewe luluh,tidak ada wanita yang menolak di cintai segila itu kan,lalu kenapa ia di tolak cewenya ?” Roni bertanya keheranan.

“kau benar Roni..itu makanya kenapa hujan selalu membuat husain termenung..teteapi entahlah kenapa dia di tolak,husain tidak ingin menjeleskannya kepada ku,husain memang seperti itu.” Jawab Diki.

“tidak hanya itu,dia juga pernah menjadi pelarian orang yang sudah tunangan,dia rela memberikan apa yang dia bisa berikan kepada wanita yang sedang ia sukai.”

“tetapi suatu hari ia sadar,ketika kita hanya menghabiskan waktu mudanya hanya untuk mengejar cinta,kata dia dunia ini terasa sempit,hanya sebatas aku dan dia,hanya memikirkan bagaimana mendaptkan dia.” Diki melanjutkan

“setelah banyak mendapatkan sakit hati yang banyak seperti itu,tentah malaikat mana yang mengangkat dan meluaskan fikirannya itu,dia melampiaskan kesakitan hatinya dengan hal fositif,kesukaannya terhadap menulis membuat dia membeberkan setiap kisahnya kedalam sebuah novel dan kau lihat hari ini sekrang,dia berhasil mewujudkan cita citanya sebagai novelis.”

“Tidak berakhir sampai disitu,dia belajar bahasa inggris dan arab,dia menekuni itu selama bertahun tahun,dan dia pernah di undang pada acara internasional menjadi penyambung lidah negara eropa dengan indonesia di bali.kalo soal gaji tidak udah di tanya,dia mendapatkan sebanyak dua juta rupiah perhari selama acara tersebut di bali,menyenangkan bukan ?”

Roni tertegun mendengngar penjelasan Diki atas sahabatnya itu.

“tidak pernah nampak pada wajahnya kesedihan lagi,ia sukses membuat dirinya menjadi pribadi yang menarik dan lebih baik lagi.jika sudah seperti itu sekarang aku tanya,perempuan mana yang berani menolak dia dengan segala kemampuan dan keterampilannya ,kecuali mereka yang berada di bawahnya ?” tanya diki.
“kau benar Diki” jawab Roni dengan menundukan kepalanya.

Sekarang apa yang harus kamu lakukan ? Bukankah masa muda lebih asyik dan menarik untuk mengembangkan minat dan mengembangkan diri menjadi lebih baik dari pada hanya mengejar sebuah cinta yang belum tentu cinta itu mendekap mu hingga ia bersedia kau pinang ?” tanya Diki lagi
“apakah mengejar sebuh cinta itu termasuk perbuatan yang salah ?” Roni membela.
“tidak roni,tidak salah. Hanya terlalu menghabiskan waktu mu untu mengejar itu lah yang kurang tepat,masa depan kamu masih jauh dan panjang,bukan kah lebih baik kamu menata dan mempersiapkan masa depan mu dari sekarang ? ya kecuali jika hidupmu akan kamu habiskan dengan terus mengejar cinta.” Diki meyakinkan Roni.

Roni termenung dengan pernyataan temannya ini,ia memikirkan dalam dalam setiap kata yang terucap dari mulut Diki.

“bangkitlah sahabt ku,ini bukan akhir,buatlah diri mu menjadi sebuah pribadi yang lebih baik lagi dan menarik dengan segala bakat dan kemampuan yang kamu punya,aku yakin dengan begitu indah akan mudah kau dapatkan.jika tetap tidak mau dia,aku yakin,ada ribuan orang yang sedang menunggu mu.tidak ada ruginya jika kamu membuat dirimu menjadi lebih berharga. Bukankah kau senang bernyanyi ? kenapa tidak kau masuk kelas vocal dan ikut audisi di berbagai acara ?” Diki mencoba menyemangati sahabatnya ini.
“kau benar Dik,aku terlalu picik dengan mengabaikan segala kegiatan ku hanya untuk mengejar cinta,aku yakin ini sebuh awal dari kisah hidup ku.” Roni mulai termotivasi.

“terimkasih Dik kamu telah menunjukan arti cinta sebenarnya,cinta yang sederhana dan yang di mulai dengan cara meyayangi diri sendiri trlebih dahulu.” Lanjut roni.

“baiklah diki,terimakasih atas pelajaran berharga ini,mulai skarang aku akan menunjukan bahwa aku akan lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.” Jawab roni dengan penuh semangat.

Diki pun tersenyum dan ia mulai memotret acara husain tersebut denga kamera DSLR kesayangan miliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar