Ilmu atau
pengetahuan, banyak sekali dari para ahli yang mendefinisikan ini, dari mulai
lughoh atau bahasa, sampai istilah, mengklasifikasikan ilmu dan pengetahuan
menjadi beberapa bagian.tetapi saya ingin memberi sebagian pengetahua saya
tentang ilmu dan pengetahuan yang saya dapat dari kiai saya. Kenapa kita
membahas ini ? Sebentar, ini bisa jadi renungan buat kita agar kita mampu
menangkap "ilmu" dari mana saja kita berada.
Waktu itu saya
sedang mengaji kitab tafsir,kiai saya memberikan pertanyaan yang sedikit lucu,
begini. " Coba tutup mata anda skrg
satu detik saja, lalu anda buka lagi ! " Ini perintah yang saya dan
teman sekelas saya lakukan, dan setelah selesai kiai saya menunjuk saya dengan
berkata "lutvie, coba apa yang anda
lihat dalam satu detik tadi di kelas ini ?" lalu saya menjawab " saya melihat banyak hal di kelas ini yai","Coba sebutkan apa saja?" Beliau
menanyakan kembali . "Saya melihat
yai , jam dinding, papan tulis dan gelas yai". kiai saya tersenyum
seraya berkata "ini anda semua hanya
satu detik melihat,Anda mampu menyebutkan ini jam, ini gelas, ini jam dinding,dan
lain sebagainya ,dan ini hanya masih dalam lingkungan kelas. Bagaimana jika
anda semua melihat 24 jam dan berbagai banyak tempat,ada berapa banyak yang
bisa katakan dan berapa banyak yang kita dapat ambil “pelajaran” dari itu semua".
Teman teman,
dari percakapan ringan tadi, saya menyimpulkan bahwa hanya dengan melihat saja
kita mampu mendapat ilmu (pengetahuan / tahu), kita jalan ke pesar misalnya
kita dapat melihat dan pernah merasakan bukan " ya allah kasian banget pengemis itu tidak mempunyai kaki, alhamdulillah
saya masih di beri dua kaki yang bahkan bisa saya gunakan untuk berlari"
satu, pelajaran bersyukur yang didapat dengan “melihat” seorang yang tidak
berkaki sempurna di alun alun. Atau "
wah banyak banget yaa yang punya dan bisa memiliki mobil, kalo banyak yang
membuktikan bahwa mereka mampu mengendarai mobil dan membelinya, berarti aku
pun bisa " dua, pelajaran optimisme yang kita ambil dari sebuah
kemacetan di jalan raya. Atau contoh lain, "
ya allah kasian banget anak kecil itu masih kecil sudah ikut orang tuanya untuk
bekerja, aku kasih uang ah untuk membantu dia".Tiga , pelajaran empati
dan simpati yang kita dapat dari anak kecil. Kita bisa mengembangkannya menjadi
sangat luas, di lingkungan sekolah kita, di lingkungan kerja kita atau
dimanapun, kita dapat mengambil ilmu dari apa dan siapa saja.
Coba kita
menilik ke belakang ketika Allah menciptakan nabi adam, dan Allah langsung
menjadi guru nabi Adam, allah mengajarkan semua nama nama, "adam ini loh
yang namanya malaikat. Ini loh yang namanya anggur, jeruk , apel, ini loh yang
namanya langit, galaxy, bintang , adam ini loh namanya sedih, ini loh namanya
seneng, ini loh namanya menyakkitkan, ini loh namanya menyenangkan, yang di rekam
dan disimpan adam dalam akal beliau, sehingga ia mampu berfikir, dan dengan
isntrumen ini lah, adam menjadi makhluk yang lebih mulia dari pada malaikat,
bahkan Allah menyuruh malaikat sujud ke nabi adam.
Oleh karena itu,
mari kita lebih peka dan merasa terhadap lingkungan kita, ambil segala ilmu
dari mereka dan lingkungan kita, niatkan dalam segala keadaan dan tempat untuk
mencari ilmu, karena, pertama, kita tidak dapat melakukan segala hal untuk tau
hikmahnya,siapa tau apa yang kita ingin tahu, di rasakan atau di alami oleh
orang lain. Kedua, di dalam kuliah atau sekolah, kita niatkan "nawaitu tholabul
ilmi" nya pas di kelas , coba berapa persen yang kita dapat,Tanpa di
kurangi ngantuknya, ngobrol dengan teman sebangku, atau main di tinggal
menengkok jejaring sosial kita ?, maka niatkan untuk mencari ilmu ketika pas
bangun tidur sehingga kita mampu mengambil hikmah, pelajaran dari siapapun dan
apapun,bukankah yang membedakan kita dengan hewan adalah hati untuk merasa dan
akal untuk berfikir ?
Yuuk mari kita
lebih peka,dan lebih meraba lingkungan kita, agar kita mampu membantu mereka
yang membutuhkan pertolongan kita dan mengambil hikmah dan pelajaran dari
mereka sehingga kita menjadi pribadi yang terus mencari ilmu menjadi pribadi
yang lebih baik lagi.
"anak muda bebas
berfikir apapun,asal jangan berhenti belajar" - KH Mustofa Bisri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar